AIDS Dementia Complex (ADC)

Infeksi oportunistik

AIDS dementia complex (ADC), sering juga dikenal dengan HIV Associated Dementia (HAD)/dementia yang terjadi berkaitan dengan HIV, hal ini berbeda dengan penyakit yang berkaitan dengan AIDS.

Kebanyakan penyakit yang berkaitan dengan AIDS disebabkan oleh infeksi (seperti bakteri, jamur atau virus lainnya) ADC merupakan penyakit yang disebabkan langsung oleh virus HIV.

HIV bisa menyerang otak. Pada kenyataannya, penelitian menunjukan HIV menyerang otak sekitar dua hari setelah virus HIV ada di dalam tubuh. HIV bisa merusak sel saraf yang ada di otak, walaupun para ahli belum tahu bagaimana hal ini bisa terjadi.

ADC bisa terjadi pada orang dengan HIV positive tanpa memandang berapapun jumalah CD4 nya. Namun bagaimanapun juga pada kasus dengan CD4 kurang dari 200 lebih sering terjadi.  Ini dikarenakan sistem kekebalan tubuh berperan penting dalam menjaga sel saraf yang ada di otak. Jika sistem kekebalan tubuh kamu tertekan, maka virus HIV dan organisme lainnya bisa merusak sel saraf dan mengganggu kerja dari otak.

Diperkirakan sekitar 20% sampai 35% dari orang dengan HIV positive akan memberikan gejala ADC. Namun bagaimanapun juga, jumlah orang dengan HIV positive dengan ADC sekarang ini sudah sangat berkurang, berkat pengobatan HIV dengan ARV yang sangat efektif.

Apa gejala yang dirasakan?

Gejala yang timbul akan sama dengan gejala dementia dinitermasuk:

  • mengalami masalah untuk mempelajari sesuatu yang baru
  • mengalami kesulitan untuk mengingat kejadian masa lalu
  • ada perubahan perilaku
  • bingung
  • depresi

Jika gejala dementia berlanjut, akan menyebabkan gejala sebagai berikut:

  • gangguan  bicara
  • gangguan keseimbangan
  • gangguan penglihatan
  • gangguan berjalan
  • tidak bisa menahan kencing
  • mania atau psychosis (gangguan kejiwaan)

Perlu juga ditekankan beberapa gejala yang disebut diatas bisa juga disebabkan oleh penyakit lainnya bukan hanya oleh ADC. Depresi, misalnya bisa saja terjadi pada siapa saja, tidak hanya pada orang dengan HIV positive dengan kekebalan tubuh yang rendah. Oleh karena itu sangat lah penting untuk terbuka dengan perasaan kamu, mood kamu konsentrasi kamu dan perilaku kamu dengan petugas kesehatan yang paham dan mengerti dengan masalah yang kamu hadapi sekarang dan mencari jalan keluarnya.

Bagaimana cara mendiagnosanya?

Karena beberapa kasus penyakit berat yang berkaitan dengan AIDS bisa memberikan gejala yang sama dengan ADC, diperlukan untuk melakukan tes yang berbeda untuk mendiagnosa penyebab dari penyakit itu sebenarnya. Toxoplasmosis, lymphoma, dan PML memberian gejala yang sama dengan gejala yang ditimbulkan ADC. Tes yang paling sering dilakukan antara lain:

  1. Menilai status kesehatan mental: tes ini akan menyerupai permainan untuk mengetes memori dan kemampuan daya ingat kamu.
  2. X-rays, CT scans, dan MRI: semua tes ini tidak menimbulkan nyeri dan dilakukan  oleh dokter untuk melihat gambaran dari otak dan tulang belakang kamu. Masing masing penyakit akan memberikan gambaran yang berbeda tentang kerusakan yang ada di otak dan tulang belakang. Melihat gambaran ini akan membantu dokter mencari penyebab penyakit ini.
  3. Pemeriksaaan cairan spinal: jarum akan dimasukan di sela tulang belakang untuk mengambil sedikit cairan dari spinal column (cerebrospinal fluid) – merupakan cairan disekitar otak dan spinal column. Tes laboratorium akan memeriksa cairan ini untuk mencari organisme penyebabnya, termasuk HIV.

Bagaimana cara mengobatinya?

Hanya dengan obat anti HIV yang dikenal dengan ARV merupakan cara yang terbaik untuk membuat virus HIV didalam darah kamu menjadi tidak terdeteksi dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh kamu, yang merupakan pengobatan yang efektif untuk ADC.

Bisakah dicegah?

ADC merupakan akibat dari dua hal: pertama adalah sistem kekebalan tubuh yang menurun karena infeksi dari HIV dan karena efek langsung dari HIV ke sel sel otak. Obat Anti HIV atau ARV bisa mencegah terjadinya ADC, segera lakukan pengobatan HIV sedini mungkin sebelum kekebalan tubuh kamu menurun (kurang dari 200). Tentunya yang terpenting adalah segera update status HIV kamu secara rutin.

Berikut tips sehat untuk orang yang sudah mengidap ADC

Hidup dengan ADC bukan hanya hidup dengan pengobatan. Meskipun obat ARV merupakan terapi bagi ADC, tapi apabila ada gejala yang ada biasanya akan menetap dan tidak bisa diperbaiki. Maka perlu perawatan yang lebih baik untuk mengurangi gejala yang ada.

  1. Cari support dan dukungan, adalah sangat penting untuk mencari bantuan dan dukungan, ungkapkan masalah dan rasa takut yang ada di pikiran kamu ke teman atau keluarga kamu. Ini bukan berarti kamu terbuka dengan semua orang tentang status kamu kondisi kamu.
  2. Pelajari tentang dementia. Adalah penting sekali kamu pelajari tentang hal hal yang berkaitan tentang HIV dan AIDS, kamu juga harus tahu tentang kondisi kamu sekarang dan apa yang bisa terjadi dikemudian hari. Penting untuk berdiskusi dengan dokter kamu bagaimana tentang kondisi kamu saat ini dan pengobatan apa yang tersedia bagi kamu.
  3. Keep active!  selalu aktif, banyak orang selalu melakukan menarik diri dari semua aktifitas yang dilakukan bila didiagnosa dimentia pertama kali – misalnya menghabiskan waktu dengan keluarga, mengunjungi teman, menghabiskan waktu di luar ruangan atau melakukan hobi yang disukai. Di diagnosa ADC bisa menimbulkan rasa cemas ketika dalam pergaulan sosial  atau ketika menghabiskan waktu sendiri, banyak orang yang akan menghindari semua aktifitas ini karena merasa frustasi dengan kondisinya atau takut menyusahkan orang lain. Tapi sebenarnya aktifitas ini penting, khususnya orang yang menderita ADC.
  4. Keep a diary.  Buat catatan kecil dan tulis tentang hal hal yang perlu kamu ingat dan apa yang perlu kamu lakukan di kemudian hari.  Simpan catatan ini disuatu tempat, seperti suatu notebook atau diary, akan memudahkan kamu dikemudian hari.
  5. Buatlah checklist kegiatan mingguan yang kamu tempel di kulkas. Tulis semua kegiatan yang kamu lakukan dan pastikan melakukan check ulang apakah kegiatan itu sudah kamu lakukan atau tidak. Ganti Checklist kamu setiap minggu dengan yang baru tentang kegiatan yang biasa kamu lakukan  setiap minggu
  6. Buat catatan penting usebagai pengingat diri kamu sendiri. Apakah kamu lupa mematikan kompor? Apakah kamu sudah mengajak anjing kamu jalan jalan pagi ini? Dengan membuat catatan buat diri kamu dan menempelkannya pada temapt yang kemungkinan kamu akan lihat setiap hari – seperti cermin di kamar mandi atau tempat kopi, itu akan membuat kamu untuk mengingatnya terus dan tidak akan pernah lupa.
  7. Taruh lah barang barang yang kamu anggap penting di satu tempat saja. Dibandingkan meletakkan terpisah pisah antara uang, kunci dan kaca mata. alangkah baiknya meletakkan mereka disatu tempat.
  8. Taruh label atau catatan yang ditempelkan pada lemari dan laci. Akan terasa sangat frustasi sekali bahwa kamu merasa punya sesuatu barang di rumah kamu tapi lupa menaruhnya dimana. Dengan menempelkan catatan ini akan memudahkan kamu mengingatnya.
  9. Ingatkan perusahanan seperti telepon, TV cable, gas atau listrik untuk mengirim tagihan ke anggota keluarga yang lainnya atau mungkin minta bantuan salah satu anggota untuk membantu kamu.

Tips Buat kamu yang merawat seseorang dengan ADC

Untuk orang yang HIV-positive dengan ADC, belajar untuk beradaptasi dengan gejala yang ditimbulkan kadang kadang memberikan rasa frustasi. Sebagai teman atau keluarga dekat yang mau membantu dan tidak tahu bagaimana caranya juga bisa menimbulkan frustasi bagi mereka. Semua dari kita tidak pernah tahu bagaimana merawat orang dengan dementia.

Berikut ada tip sederhana yang bisa kamu gunakan untuk merawat orang dengan dementia.

  1. Bantu orang dengan ADC untuk merawat dirinya sendiri. Orang dengan ADC bukanlah bayi dan tidak butuh disuap makanan selalu. Ini harus selalu diingatkan jika kamu mau membantu mereka. Perlu kesabaran yang tinggi untuk merawat seseorang dengan dementia. Berilah ruang dan kebebasan bagi orang dengan ADC untuk melakukan apa yang ingin mereka lakukan. Jangan mengambil alih! Biarkan mereka berbuat kesalahan, tapi jangan biarkan mereka mereka untuk merasa gagal. Jangan biarkan mereka sampai menyerah.
  2. Selalu mengawasi kondisi teman kamu, jangan sampai dia melakukan hal hal yang berbahaya.
  3. Buatlah kamar mandi dan dapur menjadi aman. Dapur dan kamar mandi kadang kadang bisa membahayakan dan sering terjadi kecelakaan. Khususnya pada orang dengan ADC yang mempunyai gangguan pada penglihatan dan keseimbangan, berjalan melawati dapur atau kamar mandi bisa menakutkan dan menimbulkan frustasi. Letakkan semua barang barang di dalam lemari dan berilah label biar mudah diingat dan jangan menggunakan bahan penyimpanan dari bahan kaca agar tidak mudah pecah dan membahayakan.
You might also like