Mulai ARV – Efek samping

Efek samping yang sering timbul karena minum ARV

443

Perhatikan apabila ada perubahan yang terjdai di tubuh kamu dan segera info kan ke dokter kamu. Jarang sekali menimbulkan gejala yang serius, sering bersifat sementara dan selalu bisa ditanggulangi.

Mual, Diarea, Nyeri perut, sakit kepala ringan, lemah, lesu.

Merupakan efek samping yang paling sering ditemukan untuk semua jenis obat ARV, dan biasanya hilang dengan sendirinya dalam hitungan beberapa minggu setelah memulai pengobatan ARV. Pastikan untuk berceritra tentang gejala yang kamu alami ke dokter kamu. Banyak obat yang dijual bebas dan tanpa perlu resep dokter bisa mengurangi gejala ini atau mencegah efek ini, dan tentunya kamu bisa berdiskusi dengan dokter kamu untuk mempertimbangkan untuk menganti dengan obat lain jika gejala menetap dan mengganggu aktifitas kamu sehari hari.

Insomnia, Depresi, Feeling High, Mood berubah, Mimpi yang aneh atau seperti nyata.

Beberapa obat ARV terutama yang mengandung Efavirenz – bisa menimbulkan gejala ini, dan biasanya akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu setelah pengobatan. trik yang bisa kamu lakukan adalah dengan menimum obatnya sebelum tidur. Segera infokan ke dokter kamu jika efek samping yang kamu rasakan sangat berat sekali atau kamu merasa ingin bunuh diri atau mencelakai orang lain.

Rashes / bercak bercak merah.

Biasanya tidak serius dan biasanya hilang dengan sendirinya. Tetap informasikan hal ini ke dokter kamu, terlebih lagi jika disertai dengan panas badan, sakit tenggorokan atau nyeri perut. Tanda tanda bercak merah bisa menjadi serius dan merupakan tanda untuk kamu menghentikan pengobatan dengan segera.

High Cholesterol / kolesterol tinggi.

Hal ini selalu diasosiasikan dengan obat ARV golongan protease inhibitors. Dokter kamu akan menyarankan untuk memeriksakan kolesterol dalam darah kamu segara teratur – jika hasil pemeriksaan tinggi dokter akan menyarankan untuk memulai pengobatan obat anti-cholesterol golongan statin atau menganti obat ARV kamu dengan yang lain.

Fungsi hati dan ginjal.

Dokter kamu sebaiknya memeriksakan keduanya baik itu fungsi hati dan ginjal kamu secara teratur dan sebelum memulai pengobatan ARV. Beberapa obat ARV mempunyai asosiasi dengan terjadinya gangguanag fungsi hati dan ginjal dalam pemakain jangka ,lama, mungkin dipertimbangkan untuk menganti dengan obat yang lain bila mengganggu.

Merubah bentuk tubuh kamu.

Ini terjadi dengan obat obatan ARV yang lama dan sudah tidak digunakan untuk pengobatan, gejala yang muncul adalah adanya tambahan atau kehilangan jaringan lemak yang tampak secara nyata terutama di daerah pipi, perut, lengan dan kaki. Hal ini sudah bisa dicegah dengan banyak ditemukannya obat obat ARV terbaru, tapi jika kamu merasa khawatir segera informasikan ke dokter kamu.

Tulang keropos.

Obat ARV golongan tenofovir disoproxil fumarate, atau TDF, dihubungkan dengan menurunnya kekuatan tulang pada jumlah kasus yang sangat sedikit, kamu mungkin bisa meminta dokter kamu untuk melakukan tes kekuatan tulang setiap 5 tahun sekali.

You might also like