Kategori
HIDUP DENGAN HIV

Ketika salah satu pasangan kamu adalah HIV positif

APA ITU “MIXED-STATUS” RELATIONSHIP?

A “mixed-status” relationship adalah hubungan seksual dimana salah satu pasangan berstatus HIV-positive dan pasangan lainnya adalah HIV-negative. Dalam hal ini bisa terjadi pada pasangan yang sudah menjalin hubungan yang cukup lama atau pasangan yang hanya sekali saja bertemu dan melakukan hubungan sex. Atau kamu akan mengenal hubungan ini dengan nama lainnya:

  • Serodiscordant
  • Discordant
  • Serodivergent
  • Magnetic
  • HIV-positive/negative

APAKAH SAFE UNTUK PASANGAN MIXED-STATUS COUPLES UNTUK BERHUBUNGAN SEX?

Untuk pasangan yang mixed-status, kemungkinan untuk tertular infeksi HIV bisa saja terjadi, tetapi hal ini bisa dikurangi dengan beberapa cara. 

TIPS UNTUK PASANGAN YANG HIV-NEGATIVE 

Jika kamu adalah pasangan HIV-negative dalam hubungan ini, ini ada beberapa tip yang bisa kamu gunakan untuk agar kamu terhindar dari HIV:

  • Dorong pasanganmu yang HIV-positive untuk mendapatkan pengobatan dan tetap untuk minum obat antiretroviral therapy (ART), dan dukung/support pasangan kamu untuk minum obat HIV nya tepat waktu. Dengan patuh minum obat maka akan menurunkan jumlah virus dalam darah, menjaga pasangan kamu tetap sehat dan mengurangi resiko penularan HIV ke kamu. 
  • Gunakan kondom secara konsisten dan benar. Apabila kondom digunakan secara benar dan konsisten, kondom sangatlah efektif untuk mencegah terjadinya penularan HIV dan juga Infeksi Menular Sexual ( IMS ) lainnya. Kondom yang tersedia ada dua macam yaitu kondom laki laki dan kondom perempuan. 
  • Pilihlah aktifitas seksual yang mempunyai resiko rendah untuk tertular HIV. Oral sex mempunyai resiko yang lebih kecil dibandingkan anal atau vaginal sex. Anal sex mempunyai resiko paling tinggi untuk tertular HIV. Jika kamu adalah HIV-negative, insertive anal sex (topping) mempunyai resiko lebih rendah dibandingkan dengan receptive anal sex (bottoming). Perlu diingat ; HIV bisa ditularkan melalui hubungan seksual melalui darah, cairan sperma / semen (cum), pre-seminal fluid (pre-cum)/ cairan pre-cum, cairan rectal dan cairan vaginal. Aktifitas Sexual yang tidak mengakibatkan pertukaran cairan tersebut diatas seperti masturbasi mempunyai tidak resiko untuk terjadi penularan HIV. 
  • Tanyakan dan diskusikan dengan dokter kamu tentang pre-exposure prophylaxis (PrEP). PrEP adalah cara agar orang dengan HIV negatif terhindar dari penularan HIV dengan cara minum pil setiap hari. Pil yang diminum mengandung dua jenis obat yang biasa diminum oleh orang yang HIV positif. Apabila dikombinasikan dengan metode lainnya seperti kondom, PrEP dapat memberikan perlindungan yang maksimal jika di Inul setiap hari. CDC merekomendasikan PrEP bisa menjadi pertimbangan bagi orang yang HIV dan mempunyai resiko tinggi untuk tertular HIV. Termaksud didalamnya orang yang HIV-negative individuals yang menjalin hubungan dengan orang yang HIV-positive partner, atau orang yang beresiko lainnya. 
  • Segera berdiskusi dengan Dokter kamu sesegera mungkin ( sebelum 3 hari ) tentang post-exposure prophylaxis (PEP) jika kamu merasa beresiko untuk tertular HIV. Contoh kemungkinan kamu tertular jika kamu berhubungan sex baik secara anal atau vagina dengan pasangan kamu yang HIV positif tanpa menggunakan kondom dan kamu tidak dalam pengobatan PrEP. Resiko kamu untuk tertular HIV akan kecil jika pasangan kamu yang HIV-positive secara konsisten dan disiplin minum ART nya setiap hari, dan khususnya apabila jumlah virus dalam darahnya undetectable atau tidak terdeteksi. PEP harus dimulai sesegera mungkin dan diminum setiap hari selama 4 minggu akan mengurangi resiko kamu untuk tertular HIV. 
  • Lakukan tes untuk HIV. Kamu setidaknya setahun sekali melakukan tes untuk HIV untuk mengetahui status HIV kamu dan bisa mengambil keputusan untuk tetap sehat. Diskusikan dengan dokter atau konselor kamu apakah kamu perlu melakukan tes lebih sering lagi atau setiap 3 atau 6 bulan sekali.
  • Lakukan tes dan obati segera apabila kamu terinfeksi IMS dan dorong pasangan kamu melakukan hal yang sama. Jika salah satu dari kamu masih secara aktif melakukan hubungan seksual selain dengan pasangan tetap kamu, setidaknya setahun sekali kamu melakukan tes dan berdiskusi ah dengan dokter kamu apakah kamu perlu melakukan tes lebih sering lagi. IMS Dapat memberikan efek jangka panjang yang serius jika tidak diobati. Dan bisa meningkatkan resiko kamu untuk tertular HIV.

TIPS TIPS UNTUK PASANGAN YANG HIV-POSITIVE 

Jika kamu adalah HIV-positive dalam hubungan ini, ini ada beberapa langkah yang bisa kamu lakukan untuk tidak menularkan HIV ke pasanganmu: 

  • Segera mendapat pengobatan dan tetap patuh dengan pengobatan antiretroviral therapy (ART). ART akan menurunkan jumlah virus HIV di dalam darah kamu dan cairan tubuh lainnya. ART akan membuat kamu sehat bertahun tahun dan akan mengurangi resiko kamu untuk menularkan HIV ke pasangan kamu jika kamu konsisten dan secara benar minum ARV kamu setiap hari. 
  • Jika kamu ART, selalu ikuti nasihat dokter kamu. Selalu memonitor kesehatan kamu ke dokter secara teratur dan disiplin untuk minum obat kamu.
  • Gunakan kondom selalu dengan konsisten dan benar. Apabila kondom digunakan secara benar dan konsisten, kondom sangatlah efektif untuk mencegah infeksi HIV ataupun IMS. Tersedia kondom laki laki dan perempuan.
  • Pilihlah aktifitas seksual yang mempunyai resiko rendah untuk tertular HIV. Oral sex mempunyai resiko yang lebih kecil dibandingkan anal atau vaginal sex. Anal sex mempunyai resiko paling tinggi untuk tertular HIV. Jika kamu adalah HIV-negative, insertive anal sex (“topping”) mempunyai resiko lebih rendah dibandingkan dengan receptive anal sex (“bottoming”). Perlu diingat ; HIV bisa ditularkan melalui hubungan seksual melalui darah, cairan sperma / semen (cum), pre-seminal fluid (pre-cum)/ cairan pre-cum, cairan rectal dan cairan vaginal. Aktifitas Sexual yang tidak mengakibatkan pertukaran cairan tersebut diatas seperti masturbasi mempunyai tidak resiko untuk terjadi penularan HIV. 
  • Tanyakan dan diskusikan dengan dokter kamu tentang pre-exposure prophylaxis (PrEP). PrEP adalah cara agar orang dengan HIV negatif terhindar dari penularan HIV dengan cara minum pil setiap hari. Pil yang diminum mengandung dua jenis obat yang biasa diminum oleh orang yang HIV positif. Apabila dikombinasikan dengan metode lainnya seperti kondom, PrEP dapat memberikan perlindungan yang maksimal jika di Inul setiap hari. CDC merekomendasikan PrEP bisa menjadi pertimbangan bagi orang yang HIV dan mempunyai resiko tinggi untuk tertular HIV. Termaksud didalamnya orang yang HIV-negative individuals yang menjalin hubungan dengan orang yang HIV-positive partner, atau orang yang beresiko lainnya. 
  • Segera berdiskusi dengan Dokter kamu sesegera mungkin (sebelum 3 hari) tentang post-exposure prophylaxis (PEP) jika kamu merasa beresiko untuk tertular HIV. Contoh kemungkinan kamu tertular jika kamu berhubungan sex baik secara anal atau vagina dengan pasangan kamu yang HIV positif tanpa menggunakan kondom dan kamu tidak dalam pengobatan PrEP. Resiko kamu untuk tertular HIV akan kecil jika pasangan kamu yang HIV-positive secara konsisten dan disiplin minum ART nya setiap hari, dan khususnya apabila jumlah virus dalam darahnya undetectable atau tidak terdeteksi. PEP harus dimulai sesegera mungkin dan diminum setiap hari selama 4 minggu akan mengurangi resiko kamu untuk tertular HIV. 
  • Lakukan tes dan obati segera apabila kamu terinfeksi IMS dan dorong pasangan kamu melakukan hal yang sama. Jika salah satu dari kamu masih secara aktif melakukan hubungan seksual selain dengan pasangan tetap kamu, setidaknya setahun sekali kamu melakukan tes dan berdiskusi ah dengan dokter kamu apakah kamu perlu melakukan tes lebih sering lagi. IMS Dapat memberikan efek jangka panjang yang serius jika tidak diobati. Dan bisa meningkatkan resiko kamu untuk tertular HIV.