Kategori
HIDUP DENGAN HIV

Pencegahan HIV. Apa yang perlu diketahui oleh orang dengan HIV positif

Banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi resiko penularan HIV ke orang lain tapi kamu masih tetap menikmati hubungan seksual itu sendiri.

Perlu diketahui bahwa HIV itu merupakan virus yang tidak mudah untuk ditularkan. Tidak akan ditularkan selama hubungan sex dan setiap aktifitas sex. Pada kenyataannya lebih sering tidak ditularkan, HIV tidak ditularkan meskipun tidak menggunakan kondom saat berhubungan sex.

“Safer sex” sering diartikan dengan aktifitas sex yang menghindari terjadi cairan tubuh masuk ke aliran darah orang lain, itu artinya termasuk menggunakan pelindung saat berhubungan sex atau tidak melakukan penetrasi sama sekali. Tetapi arti dari safer sex bisa dipersempit lagi karena dengan adanya ARV antiretroviral yang bisa membuat cairan tubuh HIV positif tidak menjadi infeksius lagi.

Kondom laki laki memberikan perlindungan secara fisik, begitu juga kondom untuk perempuan yang memberi bottom/receptive patner lebih banyak perlindungan. Pada dirinya sendiri. Tapi sekarang ini ada lebih banyak lagi cara pencegahan HIV selain dari kondom:

  • Dengan menggunakan ARV – antiretroviral itu berarti secara nyata mengurangi jumlah virus dalam darah kamu, dan membuat penularan HIV semakin sulit.
  • Jika kamu orang dengan HIV negatif menggunakan antiretrovirals sebagai pre-exposure prophylaxis (PrEP), ini akan menghambat sama sekali segala resiko masuknya virus HIV ke tubuh kamu.

Undetectable Viral Load pada orang dengan HIV – Positive
Hal yang paling penting untuk diketahui untuk semua orang dalam kaitan dengan pencegahan HIV sekarang ini melalui hubungan sex adalah berhubungan sex dengan orang yang positif HIV dengan viral loadnya tidak terdeteksi adalah aman/safer sex. Jika pengobatan HIV berhasil dengan baik maka, sex yang kamu lakukan adalah aman.

Obat Antiretroviral, ketika diminum oleh orang dengan HIV positif, akan menghentikan virus HIV untuk menginfeksi sel baru dan berkembang biak. Pada kebanyakan kasus, jumlah virus dalam darah akan berkurang dengan sangat dramatis, sehingga hasil viral loadnya menjadi tidak terdeteksi. Karena jumlah virus nya juga ikut berkurang pada cairan sperma, cairan vagina dan cairan tubuh lainnya, resiko kamu menularkan ke orang lain mendekati atau bisa dikatakan zero, meskipun terpapar cairan tubuhnya. Pada studi terakhir pada pasangan serocordinant (yang satu positif dan satu negatif ) tidak ada satupun yang dilaporkan tertular HIV dari 58 000 perilaku sex tanpa menggunakan kondom.

Kamu hanya bisa mendapatkan perlindungan seperti diatas setelah enam bulan tes viral load mu tidak terdeteksi. Tetap patuh/adherence minum obat, tidak pernah lupa minum obat. Jika pasangan mu ada IMS yang tidak diobati seperti chlamydia atau gonorrhea, resiko penularannya mungkin sedikit akan meningkat. Dan berbicara tentang IMS, pengobatan ARV tidak akan memberikan perlindungan sama sekali kamu dari IMS. Kondom pria dan wanita mungkin berfungsi baik untuk ini. Dengan mengombinasikan antara pengunaan kondom dan viral load yang tidak terdeteksi otomatis memberikan perlindungan yang lebih baik. Jika kamu merencanakan untuk mempunyai anak dengan pasangan kamu yang negatif, undetectable viral load mungkin sangat membantu.

Jika kamu ingin melibatkan pasangan kamu dalam mengambil keputusan untuk melakukan safe sex bersama, tantangan utama bagi orang yang tidak tahu tentang HIV apa itu artinya undetectable viral load.

PrEP digunakan oleh pasangan yang HIV-Negative
Selain orang dengan HIV positif diberikan obat antiretrovirals, opsi lainnya adalah orang dengan HIV-negative juga diberikan. Ini dikenal dengan pre-exposure prophylaxis (PrEP).

PrEP sangatlah efektif, selama obat ini digunakan segera regularly dan teratur. Butuh waktu seminggu agar bekerja efektif untuk aktifitas anal receptive sex dan 21 hari untuk aktifitas receptive partner pada vaginal sex. Bisa bekerja pada pria dan wanita, heteroseksual dan gay. The CDC’s mathematical models mengindikasikan dengan PrEP membuat penetrative sex menjadi sekitar sepuluh kali tidak beresiko dibandingkan dengan tidak dengan PrEP. Kombinasi antara PrEP dengan kondom akan membuat aktifitas sex menjadi 30 dan 50 kali tidak beresiko. Kombinasi antara PrEP dengan pengobatan HIV resikonya berkurang menjadi 250 kali. Seperti pengobatan HIV, PrEP tidak memberikan perlindungan terhadap penyakit menular sexual lainnya.

“Male” Condoms dipakai oleh Penetrative Partner
Kondom adalah sangat murah dan selalu gampang untuk dicari. Gunakan secara hati hati dan konsisten, kondom adalah sangat efektif untuk melindungi kamu dari HIV, begitu juga penyakit menular seksual dan kehamilan yang tidak diinginkan. Pastikan kamu menggunakan kondom sesuai dengan petunjuknya, gunakan yang ukurannya sesuai, gunakan pelicin berbahan dasar air atau silikon dan lain lain. Jika tidak kondom bisa robek atau lepas.

Segala bentuk sex penetrasi, menurut CDC kondom bisa mengurangi resiko tertular HIV menjadi 5 kali. Untuk anal sex dengan pasangan HIV positif yang menjadi insertif kondom bisa mencegah tertular menjadi 3 kali. Dengan mengkombinasikan kondom dan metode pencegahan HIV lainnya diatas akan meningkatkan level perlindungannya.

“Female” Condoms atau kondom perempuan digunakan oleh Bottom /Receptive Partner
Qualitas dan Efektifitas kondom perempuan sama dengan kondom laki laki. Kondom ini didesain untuk diletakkan pada vagina, dan memberikan perlindungan lebih pada perempuan ketika pasangan laki laki ya tidak mau menggunakan kondom. Untuk beberapa orang kondom perempuan, khususnya pada laki laki yang berhubungan sex dengan laki laki lainnya biasa digunakan untuk berhubungan sex melalui anal. Apabila di Pake pertama kali tentu akan tampak beda dan terasa beda, mungkin ada baiknya untuk dicoba beberapa kali sebelum memutuskan kamu suka atau tidak. Pasangan yang tidak merasa nyaman dengan kondom laki laki mungkin bisa menggunakan kondom perempuan sebagai pilihan.

Serosorting
Salah satu cara mengurangi resiko menularkan HIV adalah dengan berhubungan sex dengan orang dengan HIV positif juga. Walaupun kamu secara aktif tidak mencari pasangan yang HIV positif, tapi jika pasangan kamu adalah HIV positif maka tidak perlu khawatir untuk menularkan HIV. Beberapa orang mengatakan bahwa berhubungan sex tanpa kondom pada orang yang sama sama HIV positif disa menyebabkan super-infection with a different strain of HIV — apabila salah satu pasangan resisten pada beberapa obat anti HIV. Tapi sampai sekarang belum ada laporan kasus seperti ini terjadi.

Yang mungkin kamu dapati adalah infeksi menular seksual baik yang gampang diobati seperti gonorrhea and syphilis, atau penyakit yang lebih serius seperti hepatitis C.

Pilih posisi sex
Jika kamu HIV-positive gay man berhubungan sex anal dengan HIV-negative man, resiko menularkan HIV akan kecil jika kamu menjadi receptive (bottom) bila dibandingkan kamu menjadi insertive (top).

Non-Penetrative Sex
Yang terakhir adalah hubungan seksual tidak selalu harus dengan penetrasi. Walaupun orang dengan HIV positif tanpa ARV, oral sex resikonya kecil walaupun tidak nol. Yang tanpa resiko juga adalah berciuman, bersentuhan, massage atau mutual masturbation, dan semua aktifitas yang disebut diatas adalah aman.