HIDUP DENGAN HIV

Vaksinasi untuk orang dengan HIV

Vaksinisasi atau imunisasi adalah pengobatan yang bertujuan untuk membantu imunitas tubuh kamu terhadap infeksi tertentu. Membutuhkan beberapa minggu dari sistem imunitas kamu untuk memberikan respon setelah divaksinasi. Semua vaksin biasanya adalah aman.

Kebanyakan vaksin digunakan untuk mencegah agar tidak terinfeksi penyakit. Ada juga beberapa vaksin bertujuan membantu tubuh kamu melawan penyakit yang sudah ada didalam tubuh kamu.

Ada Vaksin “ Live” berasal dari kuman yang sudah dilemahkan dan vaksin “inactivated” tidak menggunakan produk dari kuman hidup. Beberapa vaksin bisa menimbulkan efek samping , dengan vaksin “live” kamu bisa menimbulkan efek penyakit yang ringan. dengan vaksin “inactive’ , kamu bisa timbul rasa nyeri, merah dan bengkak pada daerah yang disuntik. kamu juga bisa merasakan rasa lelah, capek dan mual.

Apakah berbeda vaksin yang diberikan pada orang dengan HIV positif ?

Jika HIV sudah merusak sistem kekebalan tubuh , maka kemungkinan besar juga tidak memberikan respon terhadap keberhasilan vaksin yang diberikan atau memerlukan respon tubuh yang lama untuk melihat hasilnya. Jika kamu sudah mendapatkan pengobatan ARV, kamu akan memberikan respon yang baik terhadap vaksin jika jumlah CD4 kamu sudah meningkat.

Tidak banyak penelitian yang dilakukan terhadap efek vaksin terhadap orang dengan HIV positif, khususnya semenjak banyak orang yang sudah mendapatkan pengobatan ARV. Tapi bagaimanapun juga ada beberapa pedoman yang bisa diberikan pada orang yang HIV positif jika ingin melakukan Vaksinasi;

  • Vaksinasi bisa meningkatkan jumlah virus didalam darah untuk beberapa waktu. Pada bagian lainnya apabila menjadi sakit karena disebabkan oleh flu , hepatitis atau penyakit lainnya yang bisa dicegah, gejala yang ditimbulakan akan lebih serius. Jangan memeriksakan viral load kamu sebelum 4 minggu setelah vaksinasi.
  • Vaksin flu paling banyak diteliti selama ini pada orang dengan HIV positif dibandingkan dengan vaksin lainnya. Dianggap sangat efektif dan sangat aman. Tidak disarankan untuk menggunakan “FluMist” vaksin flu yang digunakan dengan cara disemprotkan dihidung karena mengandung vaksin hidup.
  • Jika jumlah CD4 kamu masih sangat rendah, kemungkinan vaksin akan tidak bekerja. Ada baiknya tingkatkan dulu sistem kekebalan tubuh kamu terlebih dahulu dengan secara rajin minum ARV sebelum melakukan vaksinasi.
  • Orang dengan HIV positif sebaiknya tidak mendapatkan vaksin “live” termasuk didalamnya Chickenpox / varicella / cacar air atau vaksin smallpox. Jangan pernah untuk melakukan vaksinasi ini sampai setidaknya sudah mendapatkan persetujuan dari dokter kamu. Hindari kontak dekat dengan orang yang baru saja mendapatkan vaksin hidup dalam waktu 2 atau 3 minggu. Vaksin MMR ( measles, mumps dan rubella ) dianggap masih aman jika CD4 kamu diatas 200.
  • Yellow fever ( YF ) merupakan jenis vaksin hidup, tidak direkomendasikan untuk diberikan pada orang dengan CD4 kurang dari 200. Vaksin YF yang diberikan pada pasien dengan CD4 lebih dari 200 harus mendapatkan monitor yang ketat terhadap efek samping.

Vaksin apa saja yang direkomendasikan pada orang dengan HIV positif ?

  1. Pneumonia : Pada orang dengan HIV positif akan meningkatkan resiko orang tersebut untuk terkena infeksi pneumonia yang disebabkan oleh bakteri pneumococcal. Vaksin membutuhkan waktu 2 atau 3 minnggu untuk bekerja secara efektif. Vaksin ini harus diulang sekali lagi setelah 5 tahun.
  2. Hepatitis : Hepatitis bisa disebabkan oleh beberapa virus yang berbeda. Pada laki laki yang berhubungan sex dengan laki laki lainnya atau pada pemakai narkotika suntik mempunyai resiko yang tinggi terhadap hepatitis A, B atau C. Vaksin yang tersedia adalah untuk Hepatitis A dan B. Hepatitis A biasanya tidak menimbulakan efek yang serius kecuali pada orang yang hatinya mengalami gangguan atau lemah. Begitu juga pada kasus orang yang terinfeksi Hepatitis B atau C. Dua kali suntikan vaksin hepatitis A sudah mampu memberikan perlindungan selama 20 tahun. Hepatitis B bisa menimbulkan gejala yang serius jika terinfeksi, termasuk kanker hati. Jika kamu terpapar virus hepatitis B, tubuh kamu akan membentuk antibodi. Jika antibodi tidak terbentuk sebaiknya kamu mendapatkan vaksinasi Hepatitis B. untuk vaksinasi hepatitis B memerlukan 3 kali suntik dan sudah mampu melindungi kamu selama 20 tahun. Pada orang dengan HIV positif , dengan mengetahui level dari antibodi didalam darah akan diketahui apakah perlu suntikan booster atau tidak.
  3. Human Papiloma virus ( HPV ) Vaksin ini digunakan untuk melawan 4 strains HPV, yng menyebabkan warts atau kutil pada bagian anus dan vaginal atau anal cancer. Vaksin ini sebaiknya diberikan pada anak laki laki dan perempuan pada usia 11 tahun. vaksin ini akan efektif bila diberikan pada orang yang belum aktif secara seksual.
  4. Influenza ( Flu ) : Vaksin flu sebaiknnya dilakukan setiap tahun, tergantung pada tipe flu yang paling aktif. Vaksinasi Flu direkomendasikan pada semua orang dengan HIV positif. sebaiknya dilakuakn injeksi pada pertengahan november, sebelum musim flu tiba. Orang yang terkena Flu kadang kadang bisa berkembang menjadi pneumonia. beberapa vaksin flu akan memberikan reaksi alergi pada orang yang alergi terhadap telur.FluMist” vaksin flu yang digunakan dengan cara disemprotkan dihidung tidak boleh digunakan.
  5. Tetanus dan Diphtheria ( Td) : Tetanus merupakan penyakit serius yang disebabkan oleh bakteri. Infeksi tetanus bisa terjadi pada semua luka di kulit. Tidak bisa ditularkan dari satu orang ke orang lain. Para pengguna narkotika suntik mempunyai resiko besar untuk tertular tetanus. Diphtheria penyakit yang disebabkan oleh bakteri. bisa menular dari satu orang ke orang lain terutama pada gelandangan. Diphtheria dan Tetanus selalu merupakan vaksin kombinasi. Tetanus dan Diphtheria selalu diberikan pada anak anak sebanyak 3 suntikan. Suntikan Booster baisanya diberikan setiap 10 tahun sekali . Orang dengan HIV positif sebaiknya diberikan lebih dari sekali setiap 10 tahun atau 5 tahun setelah luka atau cidera.
  6. Pertusis ( Batuk Rejan ) ; penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang menyebabkan batuk yang lama. Vaksin kombinasi antara tetanus, diphtheria dan pertusis merupakan kombinasi vaksin yang biasa diberikan pada anak anak . Vaksin ini kamu tetap memerlukan booster untuk vaksin tetanus dan diphtheria saja tidak perlu untuk vaksin pertusis.
  7. Measles, Mumps dan Rubella ; Tiga macam penyakit ini disebabkan oleh virus . Sangat menular sekali dan bisa menular melalui batuk atau bersin. Vaksin MMR hanya diberian sekali dan memberikan perlindungan seumur hidup. Karena MMR merupakan vaksin hidup , tidak direkomendasikan diberikan pada orang dengan CD4 kurang dari 200.
  8. Meningitis ( Meningococcal meningitis); Orang dengan imunitas yang rendah mudah terinfeksi meningitis bila terpapar.

HIV positif Travelers
Orang yang sering berpergian/ travelers sebaiknya mendapatkan vaksinasi untuk Hepatitis A dan B
setiap negara yang dikunjungi tentu berbeda untuk jenis vaksin yang diperlukan. secara umum, Vaksin yang dilemahkan tentu tidak menjadi masalah diberikan pada orang dengan HIV positif. Yang menjadi masalah adalah pada vaksin yang hidup termasuk Yellow Fever dan smallpox. Jika perlu Polio dan typhoid gunakan vaksin yang dilemahkan bukan menggunakan vaksin hidup.

Back to top button