Kategori
HIDUP SEHAT

Anal douching, membersihkan daerah anal sebelum berhubungan anal sex

Anal douching tidak banyak dibahas di komunitas kita dan kita tidak banyak kesempatan untuk mempelajari yang benar. Banyak yang bertanya apakah douching itu bisa dilakukan atau tidak? Sebenarnya secara teori tidak diperlukan untuk melakukan anal douching, tapi pada kenyataannya praktek ini banyak dilakukan sebelum melakukan anal sex agar merasa lebih bersih. Tidak banyak penelitian yang dilakukan tentang anal douching tapi kami akan mencoba memberikan informasi yang benar. Kami akan menginformasikan apa yang aman dilakukan dan apa yang perlu dihindari.

Pakai air yang benar.

Air keran bisa digunakan asal tidak digunakan setiap hari. Jika kamu douche terlalu sering dengan air keran akan menyebabkan menyebabkan terjadinya gangguan cairan elektrolite dibandingkan dengan menggunakan cairan normal saline (biasanya digunakan untuk infus pada pasien rawat inap di rumah sakit). Hindari menggunakan air keran jika bisa, tapi jika tidak perlu diingat informasi sebelumnya. Yang jelas jangan mencampur air yang kamu gunakan dengan olive oil, pemutih, alcohol, betadine, sabun sirih atau zat kimia lainnya. Zat kimia ini jelas jelas akan merusak cairan mukosa anus dan mengiritasi kulit disekitar anus. Dengan menggunakan cairan yang tepat dan benar sangatlah penting. Tubuh kamu dibagian akhir saluran pencernaan berfungsi sangat penting dalam menjadi keseimbangan cairan elektrolite agar tetap normal didalam tubuh kamu. Jika menggunakan cairan yang berbeda akan mengganggu keseimbangan elektrolite dalam tubuh kamu dan berbahaya bagi kamu. Jadi campuran air yang aman digunakan adalah yang disebut dengan “normal saline.” Cairan ini biasanya mengandung elektrolite sodium yang sesuai dengan yang dibutuhkan oleh tubuh kamu. Cairan ini bisa kamu beli yang sudah tercampur di apotik atau kamu bisa membuat ya sendiri dengan cara mencampurkan setengah sendok teh garam dengan satu cangkir air .Pastikan temperatur suhu air yang kamu gunakan sudah tepat ya, perlu sekali kami ingatkan hal ini karena lapisan mukosa saluran pencernaan kamu sangat peka dengan suhu dibandingkan dengan kulit diluar tubuh kamu. kamu mungkin saja tahan dengan air panas sangat mandi, tetapi hal ini akan membuat mukosa kamu menjadi terbakar jika digunakan sebagai enema (cairan untuk douche). Sebaiknya tes dulu dengan tangan kamu airnya sebelum dipakai untuk douche, suhunya airnya harus hangat hangat kuku.

Gunakan alat yang tepat.

OK, suhu airnya sudah benar, sekarang Pake alat apa untuk douche nya ya? Ada beberapa pilihan yang bisa kamu gunakan, berikut alat yang kami ketahui dan yang kami ketahui.

Fleet enema: ini merupakan alat terbaik untuk douching yang aman, biasanya dalam berbagai variasi pastikan yang mengandung normal saline di dalamnya. Biasanya juga tersedia pelicinnya untuk dioleskan dibagian ujungnya pada saat kamu masukan ke dalam anus.

Shower shot: ini paling sering digunakan oleh kamu sebagai receptive anal sex / Bottom sebelum berhubungan sex .Harus diperhatikan tekanan airnya karena terlalu keras atau terlalu panas dapat merusak mukosa anus , moncong nya ndak perlu sampai masuk ke dalam ya sahabat , cuma buat terbuka sedikit dengan cara mengedan ya kamu akan mencucinya dengan baik.

Anal douche bulb: jika kamu ke toko alat sex dewasa biasanya ini dijual. Ini biasanya bisa digunakan lagi dan bisa gunakan cairan salin yang kamu buat sendiri. Biasanya ujungnya agak keras jadi hati hati saat memasukannya dan gunakan pelicin ya.

Baby mucous sucker: Kedengarannya aneh , tapi banyak yang menggunakannya karena sama dengan anal douche tapi bagian ujungnya biasanya lebih lembut dan soft . Kamu bisa membelinya di toko perlengkapan bayi.

Get your butt ready.

Jangan terlalu kasar ketika kamu memasukkan ujung alatnya atau kepala shower kedalam anus kamu, jadilah top yang gentle persiapkan anus kamu terlebih dahulu. Seperti menjadi Bottom yang kamu inginkan dari topnya pas anal sex , jadi akan agak sakit jika kamu tidak relax. Didaerah anus kamu ada 2 otot spinkter seperti ring. Yang bagian luar biasanya bisa kamu kontrol dan bisa kamu buat menjadi relax, tetapi yang bagian dalam hanya bisa relax kalo ada tekanan yang konsisten. Jadi gunakan jari kamu yang sudah diberikan pelicin dan buat anus kamu menjadi relax terlebih dahulu sebelum memasukkan sesuatu di sana.

Berikan pelicin sebelum kamu memasukkan sesuatu.

Ketika jarimu diberikan pelicin, pastikan yang kamu masukan kedalam anus kamu dilapisi pelicin juga ya. Apalagi apabila alat yang kamu masukan itu sifatnya keras yang bisa gampang membuat robek kulit disekitar anus jika tidak berhati hati. Dan pastikan untuk menggunakan banyak pelicin ya. Terlalu memasukkan alat ke dalam dan tidak menggunakan pelicin bisa menimbulkan luka robek atau lecet dan mukosa bagian rektum juga bisa lecet , bukan saja bisa menimbulkan nyeri tapi juga akan meningkatkan resiko kamu untuk tertular HIV dan penyakit menular seksual lainnya. Jika kamu membuat iritasi didaerah mukosa pada bagian berikutnya yaitu calon, daerah yang iritasi itu akan banyak terkumpul sel daerah putih sebagai tanda peradangan yang berfungsi untuk memperbaiki diri. Tetapi apabila kamu pada saat ini terpapar HIV, karena ada peradangan ini kamu akan mudah terinfeksi HIV.

Tidak perlu menggunakan banyak air.

Kamu tidak perlu menggunakan banyak air, apalagi air itu sampai masuk jauh ke dalam pencernaan kamu. Kamu cuma butuh sedikit cairan saja sesuai ukuran alat yang kamu gunakan. Tapi kalo kamu menggunakan kepala shower, Go easy. Gunakan yang tekanan lembut dulu dan kamu bisa level yang bisa kamu toleransi.

Stick it in and do it.

Pastikan ketika kamu melakukan hal ini di toilet atau kamar mandi. Setelah memasukkan air kamu bisa mengedan untuk mengeluarkan airnya, bila kamu bisa menahan airnya coba melakukan gerakan lompat lompat kecil sebelum airnya dikeluarkan.

Jangan terlalu sering melakukan douching.

Jangan melakukannya berlebihan . Walaupun kamu melakukannya dengan jumlah air yang cukup , dengan suhu yang tepat dan dengan alat yang tepat. Jika berlebihan kamu akan menyebabkan kerusakan lapisan mukosa yang menyebabkan kamu resiko tinggi untuk tertular HIV dan penyakit menular seksual lainnya. Tidak ada penelitian berapa kali douching yang aman. Saran kami cukup sehari sekali dan atau setiap 2 -3 hari per minggu.

Kasih waktu sebelum berhubungan sex.

Kebanyakan air yang kamu masukan akan segera keluar sesegera mungkin tapi jangan melakukan hubungan sex sesegera mungkin setelah douching. Berikan waktu sampai semua air yang kamu masukan keluar semuanya. Kemungkinan kamu butuh waktu sekitar 1 jam-an. Sambil menggunakan gunakan untuk mempersiapkan diri kamu, kamar kamu, siapkan kondom dan pelicin.

Jangan gunakan laxatives / pencahar.

Jika kamu perlu laxatives untuk mengobati konstipasi, jangan perlah menggunakan nya untuk persiapan anal sex. Laxatives akan memberikan iritasi di pada lapisan mukosa dan akan menyebabkan nyeri perut yang akan mengganggu aktifitas sex kamu. Yang pada akhirnya akan lebih banyak kotoran yang dikeluarkan dibandingkan sebelumnya. Sebaliknya pengeras kotoran seperti fiber supplements bisa diminum, pada kasus konstipasi serat akan mempermudah kantoran kamu keluar, pada kasus diare fiber supplements bisa membantu.

Be reasonable – remember, poop happens!

Penting untuk kita menyadari dan kita ketahui bersama jika kamu melakukan anal sex, ada kotoran pada saat itu adalah hal yang normal dan bisa di maklumin. Logika nya seperti ini kamu tidak akan ke pabrik cokelat tanpa mengambil sampel cokelat yang disediakan kan?